foto dok// Penulis.Ist
Oleh : Natalius Gobai
Derita
dan air mata dinegri ini tak kunjung habis tirai kehancuran membawakan manusia
papua, bersedih,menangisi ,dan gelisah. Kesedian itu datang membawa masalah
kepada generasi milenial yang ingin bertumbuh dan berdedikasi ditanahnya
sendiri namun yang terjadi adalah penumpukan luka besar yang kian hari
bertambah dan membentuk gunung besar,demikian akar masalah Papua yang belum
selesai yang menjadi luka yang besar.
Kesedian
itu datang Bukan Karena tidak adanya kekayaan namun Kesedihan itu datang dari
masalah Perampasan.kekerasan dan ketidakadilan yang mengakibatkan luka. Yang
menjadi persoalan utama adalah merampas harta dari Negara asing seperti PT
Freport Indonesia yang dikelola oleh Amerika,Kehancuran hutan papua sekitar
958.094,2 hektar yang diakibatkan oleh 79 perusahan milik Luar negri.
Dengan adanya perusahan inii membuat masyarakat hidup bagaikan dalam penjara.
Dulunya sebagai tempat mencari makan,kini dirampasi oleh berbagai perusahan
sawit,layaknya bagaikan pencuri yang diborgol dalam jeruji besi.
Sebagai
milenial papua hatiku hancur ketika aku melihat harta dan
kekayaan dirusak oleh orang tidak tau bertanggung jawab,hatiku selalu ada
untukmu Wahai Negeri "Cendrawasih" , untuk itu aku pun selalu berdoa
dalam hatiku,"Oh Bapa Engkaulah Sumber Hidup kami jagalah kami dan
lindungilah kami dari semua belenggu dan jagalah Negeri ini,Sebab Kami
adalah Anak anakmu yang diciptakan dengan tangan mu sendiri, hapuskanlah
semua penderitaan ini tolong condongkanlah telingamu terimahlah suara
suara kami untuk menyatakan Berjuang terus sampai Papua terbebas
dari masa penderitaan,tersembuh dari luka,tersenyum dari kesedihan,dan berhenti
dari air mata yang terus mengalir"
Saat
kami berdiri dan bersuara untuk Negeri, kami di usir jauh ditindas,dan
dibunuh kami ini bukan anak yatim-piatu Bapa'ku ulurkanlah tangan kailmu
yang penuh kasihmu itu,kapankah aku kami terbebaskan dari rantai raksasa
ini. Seruan tak berhenti Ketika melihat tanah Papua di rampas Oleh berbagai
Negara Asing, Air mata'Ku selalu mengalir terus Kurasakan bahwa ?
Kekayaanku sudah hancur Papua Hati dunia yang harus jaga Kehancuran datang dari
orang yang tidak tau peduli Sebagai penjaga, mereka inilah penghancur di bumi
Papua karena paru-paru dunia tercacat di dunia internasional,adalah papua.
untuk itulah aku bersuara agar hutanku sebagai tempat ambil makananyang
menghidupi kami itu terjaga lagi pula,sebagai paru dunia setelah greendland.
Wahai
Indonesia Kau perusak Sekaligus Pengancur Hati rakyat papua.Kekayaan ku
hancur,Berarti Hatiku Hancur Satu tubuh sakit berarti seluruh tubuh sakit
sehingga harus dibina karena kekayaan papua adalah milik tubuhku Penghancur
Indonesia dibumi papua ini hal yang harus membina mereka harus segera pulang
kembali tempat mereka.
Hei
Indonesia anda dan saya tidak sama Rasanya Kau melayu dari Yunani, Saya Papua
dari Melanesia,kamu harus keluar dan pulang kembali ke tempat asalnya. Tanah
Papua ini milik rakyat Papua hitam kulit,rambut keriting adalah pemilik Negeri
Bumi Cendrawasihku kolonial Indonesia kau yang dibudak Kau yang dibunuh Kau
yang diolok Kau yang di penjarah Maka Kau harus keluar dari Negeriku,demi
keadilan dan kemanusisan diatas tangisan tak henti.
Anak
mudah generasi penerus masa depan memiliki karakter yang pantang menyerah dan
menamkan Garda terdepan demi Perlawanan Patriot Bangsa papua barat, dalam garis
komando kita tetap solid dalam Garda "perlawanan" walaupun
Terikat dalam Rantai Raksasa. Santai ini Bagaikan pasir dilaut dan
Uap diudara, Beribu kata langkah menyebutkan rakyat Papua menamakan binatang
monyet dapat lewatkan. Anak mudah tetap mempertahankan Referendum dan
terus Pegang Referendum adalah solusi untuk Papua Mereka,karena banyak luka yang
masih bekum disembuhkan,pelanggaran HAM berat wasior,Paniai,dan wanema,ada
banyak belum disebutkan.
Rintian
dan tangisan selalu mengalir dikalangan manusia papua,yang lebih utamanya
menyakitkan bagi anak muda ( milenial ) papua yang terus tergores hatinya
disetiap saat,masalah menumpuk hingga membentuk gunung yang kian nyaris di
bicarakan oleh banyak orang tentunya para pakar-pakar Hukum. Lukanya kini makin
membusuk didalam sistem,anak negeri tidak akan pernah henti untuk bersuara
untuk menyuaran demi kemanusian dan keadilan demi tidak terjadi air mata dan
tangisan yang selalu mengkantongi dalam hati manusia papua.
Penulis Adalah Mahasiswa Papua

Tidak ada komentar:
Posting Komentar